Rabu, 22 April 2015

COMPARISON DEGREE

COMPARISON DEGREE
PENGERTIAN COMPARISON DEGREE
Degree of comparison adalah bentuk adjective atau adverb yang menyatakan perbandingan. Degree of comparison adalah salah satu grammar bahasa Inggris yang sering kali digunakan dalam praktik baik tulisan maupun percakapan. Ada tiga degree of comparison, yaitu: positivee, comparative, dan superlative degreee.
  1. Positive degree. (Tingkat positif / biasa) Positive adalah membandingkan dua atau lebih orang atau sesuatu yang mempunyai kualitas kerja atau sifat yang sama.
  2. Comparative degree. (Tingkat perbandingan / lebih)adalah membandingkan dua atau lebih orang atau sesuatu yang mempunyai kualitas kerja atau sifat yang tidak sama, dimana salah satunya lebih jika dibanding yang lainnya
  3. Superlative degree. (Tingkat terbaik/ paling)untuk membandingkan seseorang atau sesuatu dengan group atau kelompoknya.
COMPARRISON TERDIRI DARI 3 YAITU:
  1. Positive degree
His money is not as much as your money
The task is not as difficult as you imagine
I hope tomorrow will be good than today
He drives as carefuly as my father in the residential area
She is no less beautiful than her sister
  1. Comparative degree
My house is farther than wiwid house
I hope tomorrow will be Better than today
My house is bigger than his house
The magazine is more interesting than the newspaper
Audi is shorter than mysister

  1. Superlative degree
She was the most beautiful woman among all women
audi it is the most diligent student in my class
my sister was the fattest in our family
This is the most expensive housing Borobudur
he was the most arrogant woman in classroom
sumber:

ADJECTIVE VS ADVERB

ADJECTIVE VS ADVERB

PENGERTIAN ADJECTIVE
Adjective (Kata sifat):  Sebuah kata yang menjelaskan, mengidentifikasi atau memenuhi syarat sebuah kata benda atau kata ganti. Sebuah kata sifat biasanya, namun tidak setiap saat, ditulis / berada sebelum kata benda atau kata ganti yang memodifikasi.
PENGERTIAN ADVERB
Adverb (Kata keterangan ) : yaituTidak seperti kata sifat, kata keterangan dapat ditemukan di berbagai tempat dalam kalimat. Kata keterangan yang paling mungkin berakhir dengan "-ly". Kata keterangan menunjukkan cara, waktu, tempat, penyebab, atau derajat dan menjawab pertanyaan seperti "bagaimana", "ketika", "mana", "berapa banyak".
PERBEDAAN ADVERB  DAN ADJECTIVE

The difference is what they modify: adjectives modify nouns and pronouns while adverbs modify verbs, adjectives, and other adverbs. Some words can act as either an adjective or an adverb, depending on what they are modifying.

Adjective: A word that describes, identifies or qualifies a noun or pronoun. An adjective usually comes before the noun or the pronoun which it modifies. But it can also follow a linking verb.

Adverb: An adverb is a bit more flexible because it describes or modifies a verb, adjective, or another adverb. Unlike an adjective, an adverb can be found in various places within the sentence. Adverbs are most likely to end in -LY (but not always). An adverb indicates manner, time, place, cause, or degree and answers questions such as "how," "when," "where," "how much".  
Sumber:

Jumat, 20 Maret 2015

Conditional Sentence


Conditional Sentence is generally known as the sentence modality, which is used to express something that may occur as expected if the requirements are met. Conditional sentences consisting of dependent clause that begins with the word "if" in the form of condition (condition) and independent clauses be the result / consequence (result) of the requirements.

Conditional Sentence Type conditional sentence there are 3 types 1, 2.3. Well below there will be a sense, formulas and examples of conditional sentence type 1,2,3

 Definition of Conditional Sentence Type 1
Conditional sentence type 1 is used to express the possibility of happening in the future if its realistic condition to be fulfilled.
Formula Conditional Sentence Type 1
If + Subjek +V.1, S + Will + V.1
Example Sentences Conditional Sentence Type 1
a.  If  i have a lot of money, I will go to paris

 Definition of Conditional Sentence Type 2
Conditional type 2 is used as an application of the present or present events that would occur if there were different conditions.
Formula Conditional Sentence Type 2
If + Subjek +V.2/Were +S + M2 + V.1
Example Sentences Conditional Sentence Type 
a.   if you disconnect me, I'll be sad every day

Definition of Conditional Sentence Type 3
Application  past events or simple past tense, events that should have been fulfilled in the past. Sometimes, in the past we have desires that we can not achieve. Then we want to tell a friend or someone else
Formula Conditional Sentence Type 3
If +  Subjek + Had + V3 +S+ M.2 + Have + V.3
Example Sentences Conditional Sentence Type 3
a.  if you could go alone, I can give you money

By learning Conditional Sentence we know how to make a sentence modality in English, the assumption in the past, present or to come live in just adjust to conditional sentence type 1,2,3.

Resource  :


Kamis, 08 Januari 2015

Kasus Pasar Bebas dan Suap



PENGERTIAN PASAR BEBAS
Pasar Bebas adalah suatu pasar dimana harga barang-barang dan jasa disusun secara lengkap oleh ketidak saling memaksa yang disetujui oleh para penjual dan pembeli, ditetapkan pada umumnya oleh hukum penawaran dan permintaan dengan tanpa campur tangan pemerintah dalam regulasi harga, penawaran dan permintaan.

TEORI PASAR BEBAS
Adam Smith (1723-1790), dengan bukunya An Inquiry into Nature and Causes of the Wealth of Nations (1776). Menurutnya, pasar bebas berdasar kebebasan inisiatif partikelir (freedom of private initiative) akan melahirkan efisiensi ekonomi maksimal melalui pengaturan "tangan tak tampak" (invisible hand). Pengaturan oleh "tangan tak tampak" adalah pengaturan melalui mekanisme bebas permintaan dan penawaran, atau mekanisme pasar bebas berdasar free private enterprise, yang oleh Paul Samuelson, pemenang hadiah Nobel bidang Ekonomi (1970), disebut competitive private-property capitalism.
Peran negara minimal ini, ditegaskan lebih lanjut oleh Friedriech August von Hayek, yang mengatakan, peran negara bukan untuk mengintervensi spontaneous orde yang muncul dalam pasar. Peran negara justru untuk melindungi spontaneous order tersebut dari intervensi manusia, apakah itu para politisi atau kelompok-kelompok kepentingan seperti serikat buruh.
        
 CONTOH KASUS  PASAR BEBAS
Dalam mekanisme pasar bebas diberi kebebasan luas kepada pelaku bisnis untuk melakukan kegiatan dan mengembangkan diri dalam pembangunan ekonomi. Disini pula pelaku bisnis dibiarkan bersaing untuk berkembang mengikuti mekanisme pasar. Dalam persaingan antar perusahaan terutama perusahaan besar dalam memperoleh keuntungan sering kali terjadi pelanggaran etika berbisnis, bahkan melanggar peraturan yang berlaku. Apalagi persaingan yang akan dibahas adalah persaingan produk impor dari Indonesia yang ada di Taiwan.

Kasus Indomie yang mendapat larangan untuk beredar di Taiwan karena disebut mengandung bahan pengawet yang berbahaya bagi manusia dan ditarik dari peredaran. Zat yang terkandung dalam Indomie adalah Methyl Parahydroxybenzoate dan Benzoic Acid (asam benzoat). Kedua zat tersebut biasanya hanya boleh digunakan untuk membuat kosmetik, dan pihak Taiwan telah memutuskan untuk menarik semua jenis produk Indomie dari peredaran.  Di Hongkong, dua supermarket terkenal juga untuk sementara waktu tidak memasarkan produk dari Indomie.

Kasus Indomie kini mendapat perhatian Anggota DPR. Komisi IX DPR akan meminta keterangan tentang kasus Indomie ini bisa terjadai, apalagi pihak negara luar yang mengetahui terlebih dahulu akan adanya zat berbahaya yang terkandung di dalam produk Indomie. Ketua BPOM Kustantinah juga membenarkan tentang adanya zat berbahaya bagi manusia dalam kasus Indomie ini. Kustantinah menjelaskan bahwa benar Indomie mengandung nipagin, yang juga berada di dalam kecap dalam kemasam mie instan tersebut. tetapi kadar kimia yang ada dalam Indomie masih dalam batas wajar dan aman untuk dikonsumsi.

Menurut Kustantinah, Indonesia yang merupakan anggota Codex Alimentarius Commision, produk Indomie sudah mengacu kepada persyaratan Internasional tentang regulasi mutu, gizi dan kemanan produk pangan. Sedangkan Taiwan bukan merupakan anggota Codec. Produk Indomie yang dipasarkan di Taiwan seharusnya untuk dikonsumsi di Indonesia. Dan karena standar di antara kedua negara berbeda maka timbulah kasus Indomie ini.
PENGERTIAN SUAP
Suap merupakan pengertian suap dalam pidana dan kriminal yang dilakukan untuk kecurangan-kecurangan yang dilakukan oleh berbagai oknum atau pihak yang terkait, banyak sekali contoh kasus suap dinegara kita Suap adalah suatu tindakan dengan memberikan sejumlah uang atau barang atau perjanjian khusus kepada seseorang yang mempunyai otoritas atau yang dipercaya, contoh, para pejabat, dan membujuknya untuk merubah otoritasnya demi keuntungan orang yang memberikan uang atau barang atau perjanjian lainnya sebagai kompensasi sesuatu yang dia inginkan untuk menutupi tuntutan lainnya yang masih kurang.

Contoh Kasus Suap di Lembaga Pendidikan
Kasus terbaru di bidang pendidikan yang melibatkan anggota Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Angelina Sondakh menjadi contohnya. Angelina, mantan ratu kecantikan yang kemudian beralih profesi menjadi politikus, dinyatakan bersalah karena menyelewengkan anggaran negara tahun 2010-2011 untuk proyek-proyek universitas di bawah Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) yang saat itu bernama Kementerian Pendidikan Nasional (Kemendiknas). Oleh majelis hakim Pengadilan Tindak Pidana Korupsi, Angelina divonis empat tahun enam bulan penjara karena menerima suap senilai total Rp 2,5 miliar dan USD 1,2 juta dari perusahaan konstruksi, Grup Permai.

Angelina bertanggung jawab atas pengadaan untuk 16 universitas di beberapa provinsi di Sumatera, Jawa, Bali, Sulawesi, Nusa Tenggara Timur, Maluku, dan Papua dengan proyek senilai Rp 20 miliar dan Rp 75 miliar. Menurut hukum, seharusnya proposal pengadaan untuk sarana dan prasarana diserahkan oleh universitas kepada Kemendikbud, dan selanjutnya kementerian menyerahkan proposal tersebut ke DPR. Kemudian DPR menentukan apakah anggaran tersebut disetujui atau ditolak. Namun kenyataannya, menurut Sesditjen Pendidikan Tinggi Kemendikbud Haris Iskandar, beberapa anggota DPR sudah melihat 16 proposal pengadaan, yang bahkan belum pernah dia terima. Haris menjelaskan, salah satu proposal yang telah disetujui untuk Universitas Cendana di provinsi Nusa Tenggara Timur. Ketika diusulkan, alokasi anggaran sebesar Rp 15 miliar. Tapi setelah didiskusikan di DPR, anggarannya naik menjadi Rp 70 miliar. Haris diperiksa sebagai saksi dalam persidangan Angelina pada Oktober lalu.

Terkait dengan kasus Angelina, Kejaksaan sudah menuntut delapan pejabat senior di empat universitas yakni Universitas Negeri Jakarta (UNJ), Universitas Sriwijaya di Sumatera Selatan, Universitas Sultan Ageng Tirtayasa di Banten, dan Universitas Negeri Malang (UNM) di Jawa Timur. Menurut Kejaksaan, mereka terlibat dalam lelang pengadaan laboratorium. Pengadilan atas pejabat UNJ dimulai sejak 15 Januari. Sementara pengadilan atas dua dosen dan Kepala Administrasi dan Keuangan UNM sudah dimulai sejak akhir November 2012. Sementara kasus yang melibatkan pejabat Universitas Sriwijaya dan Universitas Sultan Ageng Tirtayasa baru akan masuk pengadilan, setelah didesak sejumlah LSM. Febri mengkritik, banyak kasus korupsi yang tidak ditangani dengan baik. "Tidak jelas apakah proses penyidikan di kepolisian sudah rampung atau tidak. Bahkan ketika sudah rampung, Kejaksaan seringkali tidak melimpahkan ke pengadilan.

Bulan November 2013 kemarin, vonis Angelina diperberat oleh Mahkamah Agung yaitu hukuman penjara 12 tahun dan denda atau Uang Pengganti sebesar Rp 39,98 Miliar. Putusan tersebut diberikan oleh majelis kasasi yang dipimpin Ketua Kamar Pidana MA Artidjo Alkostar dengan hakim anggota MS Lumme dan Mohammad Askin, Rabu (20/11/2013). Menurut majelis kasasi, Angie dinilai aktif meminta dan menerima uang terkait proyek-proyek di Kementerian Pendidikan Nasional serta Kementerian Pemuda dan Olahraga.

Contoh kasus seperti ini hendaknya menjadi pembelajaran bagi kita semua, khususnya para pejabat yang bernaung di berbagai kementerian dan pemerintahan. Dunia pendidikan mestinya berfungsi mendidik dan membentuk calon pemimpin bangsa yang berkualitas dan bersih, bukan sebaliknya. Begitu juga halnya dengan para pemimpin yang berperan memajukan pendidikan melalui instansi-instansi pendidikan, harusnya menanamkan jiwa anti korupsi. Mengingat banyaknya masyarakat yang ingin menjadi abdi negara/PNS. Buktinya setiap ada rekrutmen CPNS selalu ramai oleh pendaftar. Rekrutmen CPNS tahun ini diperkirakan bersih dari suap. Untuk itu bila ingin lulus harus mengandalkan kemampuan.

SUMBER:

Jumat, 19 Desember 2014

Contoh Kasus Amoral JIS dan STIP

Kasus pelanggaran sexual di Jakarta International School (JIS) serta penganiayaan di Sekolah Tinggi Ilmu Pelayaran (STIP) Marunda Jakarta merupakan deretan contoh kasus yang melukai insan pendidikan khususnya dan masyarakat pada umumnya. Peristiwa memilukan dan tentu saja mengerikan tersebut seakan lebih daysat dari pada berita koalisi partai politik untuk pilpres Juli akan datang, sehingga menjadikan ratting pemberitaanya paling banyak diantara peristiwa lain dan hampir seluruh masyarakat menyimak dan mengikuti perkembangan peristiwa tersebut.  
Dua peristiwa yang kebetulan terjadi di ibu kota (Jakarta) tersebut merupakan salah satu dari berbagai permasalahan yang melanda masyarakat kita, utamanya masyarakat pendidikan. Selain mencoreng keberadaan dari pelaksana pendidikan di tingkat JIS dan STIP, kejadian tersebut juga semakin menguatkan persepsi masyarakat tentang tidak pernah nihilnya lembaga pendidikan kita dari berbagai permasalahan yang mendera termasuk juga persoalan moral atau etika. Persoalan yang sejatinya tidak hanya mendera lembaga pendidikan, tetapi telah menyeruak ke hampir seluruh lapisan masyarakat kita dengan kadar dan kuantitas yang beragam. Banyaknya kasus korupsi, free sex pra nikah di kalangan remaja, narkoba, tawuran antar pelajar bahkan money politik di pileg beberapa waktu yang lalu merupakan berita pouler yang hampir setiap hari menghiasi layar kaca serta media tulis kita semua.
Menghidupkan Pendidikan Karakter (Living Value Education) ke dalam seluruh kegiatan pembelajaran di lembaga pendidikan merupakan salah satu alternatif solusi yang ditawarkaaan guna meminimalisasi beberapa kasus amoral sebagaimana dijelaskan di atas. Kegiatan ini menjadi sangat penting untuk dapat diimplementasikan secara komprehensif di institusi pendidikan, mengingat pendidikan adalah salah satu instrument atau lembaga yang paling efektif guna menyebarkan dan menginternalisasikan nilai-nilai luhur kedalam kehidupan siswa yang pada gilirannya dapat diaplikasikan oleh siswa dalam kehidupannya di keluarga dan masyarakat tempat siswa tersebut tinggal. Hasil pendidikan selama ini dianggap mengagungkan kecerdasan otak kiri belaka yang berakibat kepada banyaknya siswa sangat cerdas dalam menjawab soal tetapi lemah dalam mental dan moral. Meskipun di sekolah telah diberikan mata pelajaran yang terkait dengan moral dan  budi pekerti, tetapi tidak sedikit siswa yang juara dalam sekolah tetapi gagal dalam menggapai kehidupan dikarenakan tidak cukup memiliki sifat kejujuran, kepercayaan, kegigihan, tanggungjawab, tangguh dan sanggup menghadapi tantangan serta beberapa sifat lain yang dibutuhkan dalam kehidupan riel di keluarga dan masyarakat.
Madrasah, dengan berbagai tingkat yang ada, mulai tingkat dasar sampai menengah merupakan institusi pendidikan di bawah Kementrian Agama sudah selayaknya tidak asing dan telah terbiasa menerapkan budaya nilai atau karakter. Nilai-nilai keimanan yang tercerminkan dalam perilaku yang mengedepankan nilai-nilai luhur agama idealnya telah terinternalisasi dalam kehidupan madrasah. Sebab kaum muslim menyakini bahwa nilai merupakan bagian dari dimensi agama (islam) yang bisa membedakan antara orang beriman dan tidak. Artinya dimensi agama masih diyakini sebagai bagian terpenting dari dasar nilai/ karakter selain dimensi lain seperti kebudayaan dan kepercayaan yang sifatnya universal

SUMBER

http://stia.almaata.ac.id/menghidupkan-pendidikan-karakter-living-value-education-di-madrasah/

Jumat, 21 November 2014

TEORI KASUS AMORAL




Pengertian Etika (Etimologi), berasal dari bahasa Yunani adalah “Ethos”, yang berarti watak kesusilaan atau adat kebiasaan (custom). Etika biasanya berkaitan erat dengan perkataan moral yang merupakan istilah dari bahasa Latin, yaitu “Mos” dan dalam bentuk jamaknya “Mores”, yang berarti juga adat kebiasaan atau cara hidup seseorang dengan melakukan perbuatan yang baik (kesusilaan), dan menghindari hal-hal tindakan yang buruk.Etika dan moral lebih kurang sama pengertiannya, tetapi dalam kegiatan sehari-hari terdapat perbedaan, yaitu moral atau moralitas untuk penilaian perbuatan yang dilakukan, sedangkan etika adalah untuk pengkajian sistem nilai-nilai yang berlaku. Istilah lain yang identik dengan etika


Mitos Bisnis Amoral

Mitos bisnis amoral mengungkapkan suatu keyakinan bahwa antara bisnis dan moralitas atau etika tidak ada hubungan sama sekali. Bisnis tidak punya sangkut paut dengan etika dan moralitas. Keduanya adalah dua bidang yang terpisah satu sama lain. Etika justru bertenatangan dengan bisnis yang ketat, maka orang bisnis tiak perlu memperhatikan imbauan-imbauan, norma-norma dan nilai-nilai moral.
·         Bisnis memang sering diibaratkan dengan judi bahkan sudah dianggap sebagai semacam judi atau permainan penuh persaingan yang ketat.
·         Tidak sepenuhnya benar bahwa sebagai sebuah permainan (judi).
·         Harus dibedakan antara legalitas dan moralitas.
·         Etika harus dibedakan dari ilmu empiris.
·         Pemberitaan, surat pembaca, dan berbagai aksi protes yang terjadi dimana-mana untuk mengecam berbagai pelanggaran dalam kegiatan bisnis, atau mengecam kegiatan bisnis yang tidak baik, menunjukkan bahwa masih banyak orang dan kelompok masyarakat menghendaki agar bisnis dijalankan secara baik dan tetap mengindahkan norma-norma moral.